Nasi gulung khas Desa Wonocolo pada dasarnya merupakan sajian nasi liwet yang digulung rapi dengan daun pisang atau daun jati, lalu dikukus kembali hingga mengeluarkan aroma khas alami daun pembungkusnya. Keunikan nasi gulung tidak hanya terletak pada bentuk dan proses pengolahannya, tetapi juga pada lauk pendamping tradisionalnya. Nasi gulung disajikan dengan sambal teri pedas yang sederhana namun kaya rasa. Kombinasi nasi hangat dengan sambal teri inilah yang menjadi ciri khas awal sajian ini, karena praktis, tahan lama, dan cocok untuk bekal para pekerja tambang minyak tradisional di Wonocolo. Seiring perkembangan waktu dan meningkatnya minat masyarakat maupun wisatawan, nasi gulung kemudian mulai dilengkapi dengan berbagai lauk tambahan. Beberapa variasi populer yang kini sering dijumpai antara lain rica-rica ayam atau entok, serta oseng daun pepaya yang dipadukan dengan teri. Lauk tambahan ini memberikan pilihan rasa yang lebih beragam, tetapi tetap mempertahankan sambal teri sebagai identitas utama dari nasi gulung Wonocolo. Dengan demikian, meskipun nasi gulung saat ini bisa ditemui dalam berbagai varian lauk, sambal teri tetap menjadi pendamping autentik yang merepresentasikan akar tradisi kuliner Wonocolo. Lauk-lauk lain hanya berfungsi melengkapi dan memperkaya pengalaman rasa, tanpa menghilangkan esensi aslinya.
Selain Tempat Wisatanya yang sangat mengagumkan, di Desa Wisata Jalatrang juga banyak Kuliner yang bisa memanjakan lidah anda dan keluarga.
Nasi gulung khas Desa Wonocolo yang disantap dengan sambal teri
Peyek kacang merupakan salah satu makanan pendamping nasi gulung
Nasi gulung yang disantap dengan sambal jamur janggel merupakan inovasi baru untuk lauk pendamping nasi gulung