Di kawasan Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur terdapat penambangan sumur tua minyak bumi peninggalan Kolonial Belanda yang sudah tidak memiliki nilai ekonomis lagi bagi perusahaan. Sumur inilah yang diusahakan kembali oleh warga secara tradisional sebagai mata pencaharian dan sudah berlangsung turun-temurun.
Desa Wonocolo merupakan salah satu daerah yang memiliki cadangan minyak bumi dan gas, atau senyawa hidrokarbon. Kawasan ini termasuk area kerja Pertamina Asset-4 Cepu. Dari sisi tinjauan geologi, struktur Wonocolo merupakan satu rangkaian di dalam model struktur lipatan batuan atau antiklin Kawengan di cekungan Jawa Timur bagian utara. Cekungan ini terbentuk sejak awal zaman tersier dengan hujaman Lempeng Indo-Australia di bawah Lempeng Eurasia. Adapun dari sisi sistem petroleum, cekungan Jawa Timur bagian utara memiliki kandungan organik sehingga potensial menghasilkan minyak dan gas. Lebih dari 100 tahun, warga desa mengebor secara tradisional. Hanya dengan kedalaman sekitar 300 meter, warga sudah bisa mendapatkan minyak.
Buka setiap hari dari jam 14.00 sampai 23.00 WIB. Kecuali hari Minggu buka jam 10.00 sampai 23.00 WIB. Tiket masuk seharga Rp 3.000 per orang.(*)
Selama ini Texas dikenal sebagai salah satu daerah penghasil minyak dan gas bumi di Amerika Serikat. Tapi tak perlu jauh-jauh ke Texas, kamu juga bisa menemukan wisata migas yang ada di Indonesia lho....., tepatnya di Kota Bojonegoro.
Ialah Teksas Wonocolo atau Petroleum Geopark Wonocolo, tempat ini disebut-sebut sebagai wisata migas pertama di Indonesia.
Dilansir Antara, Teksas Wonocolo merupakan sebuah lokasi pengeboran sumur minyak tua yang ada di perbukitan Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur.
Lokasi sumur tua ini berjarak sekitar 60 km dari pusat Kota Bojonegoro dan berbatasan dengan Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Teksas Wonocolo dipilih dan diusulkan sebagai geosite di dalam Petroleum Geoheritage Bojonegoro, karena di tempat ini tersingkap batu-batuan yang mewakili sistem petroleum dan adanya pengambilan minyak tradisional di sumur-sumur peninggalan Belanda zaman dahulu.
Pengambilan minyak tersebut dilakukan secara tradisional dengan mesin-mesin mobil, menggunakan rig-rig dari kayu jati.
Kini, lokasi tersebut dikenal dengan sebutan Teksas Wonocolo. Selain karena kondisi lingkungannya yang mirip dengan lokasi pengeboran minyak Texas di Amerika, Teksas sendiri merupakan singkatan dari Tekad Selalu Aman dan Sejahtera.
Wisata Migas Wonocolo atau yang biasa disebut Teksas Wonocolo menjadi salah satu destinasi yang bisa menjadi pilihan Anda untuk menikmati waktu berlibur bersama keluarga. Keunikan Teksas Wonocolo terletak pada lokasinya yang berada di dataran tinggi, namun terdapat sumber minyak dan gas bumi yang ditambang dengan cara tradisional.
Di sekitar lokasi tersebut disediakan Rumah Singgah yang difungsikan sebagai lokasi eduwisata tentang penambangan minyak bumi yang ada di Desa Wonocolo. Di Rumah Singgah ini, kita bisa belajar dan mengetahui bagaimana proses penambangan minyak secara tradisional. Dengan dilengkapi miniatur lokasi Desa Wonocolo dan gambaran proses penambangan, dokumentasi sejarah hingga fosil-fosil hewan di masa lampau, tempat ini menjadi learning centre tentang penambangan minyak bumi, khusunya Wonocolo.
Selain menjadi tempat untuk wisata edukasi, Rumah Singgah juga menyediakan tempat penginapan untuk para wisatawan yang ingin bermalam di Wonocolo, dengan biaya Rp. 100.000,-/malam.
Fasilitas yang ada di tempat ini sudah cukup memadai untuk dijadikan home stay. Di Rumah Singgah selain kamar, disediakan mushola, meeting room, tempat makan dan toilet yang bersih.